Latihan Keseimbangan dan Stimulasi Somatosensoris Meningkatkan Keseimbangan Statis pada Penderita Diabetes Neuropati

  • Zahra Sativani Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Abstract

Gangguan keseimbangan pada penderita diabetes neuropati dapat disebabkan oleh disfungsi somatosensoris. Disfungsi somatosensoris dapat memicu instabilitas postural yang berdampak pada peningkatan risiko jatuh. Salah satu penyebab terjadinya disfungsi somatosensoris adalah hiperglikemia melalui mekanisme kerusakan saraf perifer. Latihan keseimbangan merupakan salah satu latihan yang dapat meningkatkan keseimbangan. Namun, belum terdapat cukup bukti bahwa keseimbangan statis mengalami peningkatan setelah melakukan kombinasi latihan keseimbangan dan stimulasi somatosensoris pada penderita diabetes neuropati. Penelitan ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh kombinasi latihan keseimbangan dan stimulasi somatosensoris terhadap keseimbangan statis pada penderita diabetes neuropati. Penelitian eksperimental, dilakukan selama 3 minggu, 12 subyek penderita diabetes mellitus tipe 2 dengan onset > 10 tahun, dipilih secara acak dan dikelompokkan. Kelompok 1 perlakuan (n=6) mendapatkan latihan keseimbangan dan stimulasi somatosensoris selama 5x seminggu. Kelompok 2 kontrol (n=6) mendapatkan edukasi 2x. Hasil uji t berpasangan UPST sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok 1 menunjukkan adanya perbedaan bermakna sedangka kelompok 2 cenderung tidak berubah. Hasil uji t bebas menunjukkan bahwa terdapat perubahan signifikan pada delta UPST dengan p value 0,000. Kombinasi latihan keseimbangan dan stimulasi somatosensoris dapat meningkatkan keseimbangan statis pada penderita diabetes neuropati. Kata Kunci          : diabetes, diabetes neuropati, keseimbangan statis, stimulasi somatosensoris.
Published
2019-07-18