Poltekkes Kemenkes Jakarta 1 : Kupas Tuntas Manjemen Penanggulangan Bencana, Membangun Generasi Tanggap dan Siap Hadapi Krisis

Direktur Poltekkes Jakarta I, Dr. Moh. Wildan, A.Per.Pen., M.Pd mengharapkan semua mahasiswa Politekknik Kesehatan nantinya akan terjun langsung di tengah masyarakat,oleh sebab itu sangat penting bagi mhs untuk tidak hanya ahli dalam aspek klinis, tetapi juga siap siaga dalam menghadapi bencana.
Penanggung Jawab Mata kuliah Manajemen Bencana Ibu Ngatemi MKes menjelaskan kegiatan kuliah tamu ini rangka meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan mengadakan kegiatan Manajemen Bencana.
🎯 Tujuan Kegiatan:
✅ Meningkatkan pemahaman tentang sistem manajemen bencana di sektor kesehatan
✅ Melatih keterampilan dasar tanggap darurat: evakuasi, pertolongan pertama, dan komunikasi krisis
✅ Membangun mental kesiapsiagaan dan semangat kemanusiaan
✅ Mengenalkan peran tenaga kesehatan dalam fase pra, saat, dan pasca bencana
✨ Kegiatan ini dilengkapi dengan:
🔹 Workshop interaktif
🔹 Simulasi lapangan
🔹 Sesi pemateri dari BNPB & BPBD
Dosen Poltekkes Dr Jusuf Kristianto, MPH, PhD yg merupakan dosen Manajemen Bencana yg pernah mendapat pelatihan dari Markas Besar PMI dan juga Pusat Krisis Kesehatan DKI Jakarta , mengatakan
Workshop Poltekkes Jakarta bakal digelar bersama Dr. Jusuf Kristianto, PhD, yang akan membekali mahasiswa dengan ilmu manajemen bencana—dari mitigasi, evakuasi, hingga pemulihan pasca-krisis kesehatan.
Workshop ini bukan hanya untuk mengisi kurikulum. Lebih dari itu, ini adalah investasi jangka panjang: mencetak generasi tenaga kesehatan yang sigap, tangguh, dan humanis.
Lewat pemahaman menyeluruh yang diperoleh selama workshop, para mahasiswa kini dapat memegang bekal awal yang penting dalam penanggulangan krisis kesehatan yang berfokus pada penyelamatan nyawa dan keberlanjutan kehidupan.

Kapan Bencana Datang !?
Perlu diketahui bahwa tak ada yang bisa memprediksi kapan bencana datang. Namun, satu hal yang pasti: kita bisa belajar untuk lebih siap.
Inilah semangat yang dibawa oleh Dr. Jusuf Kristianto, MPH, PhD, dosen Manajemen Bencana di Poltekkes Jakarta, dalam membimbing para mahasiswa pada sebuah workshop intensif bertema penanggulangan krisis kesehatan pada bencana.
Gaya penyampaian yang lugas namun membumi, Dr. Jusuf—yang juga pernah mendapatkan pelatihan dari Markas Besar PMI dan Pusat Krisis Kesehatan DKI Jakarta—mengajak para peserta menyelami strategi-strategi penting dalam menghadapi situasi darurat, dari A hingga Z.
Belajar Langsung Tidak Hanya Teori, Tapi Juga Praktik
Workshop ini bukan sekadar kuliah biasa. Mahasiswa diajak memahami perencanaan mitigasi, kontinjensi, hingga operasi pemulihan dalam menghadapi bencana.
Menurut Dr. Jusuf, kesiapan dimulai dari pemahaman menyeluruh, “Mereka harus bisa menyusun rencana, menganalisis risiko, dan tahu apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah bencana,” jelasnya.
Sesi demi sesi dijalani dengan serius, mulai dari analisis risiko bencana, kesiapsiagaan, hingga sistem kewaspadaan dini.
Mahasiswa juga diajak untuk mengenal Rapid Health Assessment serta proses evakuasi korban secara sistematis dan aman, dengan konsep triage dan stabilisasi yang terukur.

Kelompok Rentan dan Kebutuhan Jangka Panjang
Dan pada umumnya, bencana tidak berdampak secara merata. Sehingga kelompok rentan seperti wanita hamil, anak-anak, lansia, serta penyandang disabilitas dan penyakit kronis memerlukan perhatian lebih.
Dr. Jusuf menekankan pentingnya pendekatan holistik yang mencakup pemenuhan kebutuhan jangka panjang bagi mereka.
Selain itu, mahasiswa juga dikenalkan dengan strategi penanganan korban trauma, pemulihan kondisi pengungsi, hingga potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) pasca-bencana.
Sistem Informasi dan Komunikasi Krisis
Namun demikian, tak kalah penting, mahasiswa juga dikenalkan pada sistem informasi dan komnikasi yang vital dalam manajemen bencana.
Hal ini mencakup pengumpulan dan penyajian data, serta bagaimana informasi disampaikan dengan tepat waktu untuk mendukung keputusan yang cepat dan akurat.
Sekaligus ini menjadi salah satu poin penting dalam strategi penanggulangan krisis kesehatan terpadu.
“Komunikasi adalah nyawa saat bencana. Jika informasi salah atau lambat, nyawa taruhannya,” ujar Dr. Jusuf.
Siap Siaga Hari Ini, Menyelamatkan Esok Hari
Tidak ada yang berharap bencana datang. Tapi jika itu terjadi, akan lebih baik jika sudah siap.
Workshop ini menjadi bukti bahwa kesiapsiagaan bukan hanya urusan pemerintah, tapi juga tanggung jawab bersama.
Karena menjadi tenaga kesehatan bukan sekadar profesi, tapi panggilan untuk hadir di saat paling genting dan dibutuhkan bagi Bangsa & Negara.
Materi Workshop ini diharapkan mhs akan paham dalam penanggulan Bencana yg terdiri dari 1.Perencanaan penanggulangan
a.Perencanaan mitigasi
b.Perencanaan kontijensi
c.Perencanaan operasi
d.Perencanaan pemulihan
2.Pengurangan Risiko
a.Analisis risiko
b.Mitigasi risiko
c.Upaya pengurangan risiko
d.Kesiapsiagaan
e.Sistim kewaspadaan dini
3.Penanggulangan Krisis Kesehatan pada Bencana
a.Rapid Health Asessment
b.Penyusunan rencana operasi darurat krisis kesehatan
c.Kegiatan operasional kluster kesehatan
d.Penanganan korban luka trauma
e.Penanganan kesehatan pengungsi
4.Penanggulangan Pasca Krisis Kesehatan
a.Rehabilitasi kesehatan
b.Penanganan potensi KLB (Kejadian Luar Biasa)
5.Sistem informasi dan komunikasi
a.Kebijakan yang terkait dengan sistem informasi penanggulangan krisis kesehatan
b.Mekanisme pengumpulan pengolahan, penyajian data dan informasi
c.Jenis informasi dan waktu penyampaian informasi
6.Basic Life Support bantuan Hidup Dasar
7.Triage, Stabilisasi, Transportasi dan Evakuasi pada Bencana
8.Inisial Asessemen pada korban Bencana
a.Primary Survei
b.Secondary Survei
c.Primary Survey
d.Secondary Survei
9.Perawatan untuk populasi rentan dan pemenuhan kebutuhan jangka panjang
a. Wanita hamil dan menyusui,
b. Bayi dan Anak-anak,
c. Lansia,
d. Penyakit kronis, Disabilitas,
10.Penanggulangan krisis kesehatan pada bencana terpadu (IPE).
-Humas-