Jurnal Kesehatan

Posted by Ka. Ur. Perencanaan dan Sistim Informasi on 15-11-2019, Author : Rianti, Emy; Elina; Mugiati; Fratidhina, Yudhia; Triwinarto, Agus on 28-12-2018

Involusi uteri merupakan proses uterus kembali kepada kondisi sebelum hamil, dimulai setelah plasenta dilahirkan sampai kira-kira selama 6 minggu. Proses involusi merupakan landasan yang penting bagi bidan dalam melakukan pemantauan proses fisiologis kembalinya uterus. Involusi uteri pada ibu postpartum harus berjalan dengan baik, karena jika tidak maka terjadi subinvolusi uteri atau tertundanya rahim kembali pada ukuran normal yang mengakibatkan perdarahan, dan terjadi diastasis recti abdominis atau otot-otot sixpack melebar atau terjadi pemisahan sisi kanan dan sisi kiri rektus abdominis (Ambarwati & Wulandari, 2010).
Indikator proses involusi uteri dapat dilihat melalui penurunan TFU, warna lokhea dan keadaan kontraksi. Untuk mengembalikan organ reproduksi seperti keadaan sebelum hamil, maka ibu postpartum memerlukan perawatan nifas yang efektif dan optimal yaitu antara lain dengan mobilisasi dini dan senam nifas. Latihan yang dilakukan pada otot-otot tertentu akan memberi efek yaitu aliran darah otot meningkat sehingga pengangkutan oksigen dan nutrisi lain untuk otot juga meningkat, hal ini akan memberikan kekuatan pada otot secara maksimal. Salah satu cara untuk memperlancar proses involusi uteri adalah dengan melakukan pengencangan otot abdomen. Pengencangan otot abdomen merupakan latihan yang dilakukan oleh ibu nifas untuk menjaga otot abdominal agar menjadi lebih kuat setelah melewati proses persalinan (Mbombi, Thopola, & Kgole, 2017).

 

Kata Kunci : modul, senam nifas, otaria, petugas kesehatan






Image not Found