Posted by Ka. Urusan Informasi on April 28, 2020 | Last Updated by kaur_informasi on April 28, 2020



Dokter Herbal Teliti Kegunaan Black Raspberry Korea untuk Pasutri ...

TEMPO.Co, Jakarta - Beberapa waktu lalu di Indonesia dihebohkan oleh pasangan yang menggunakan pakaian hazmat petugas medis saat berbelanja ke pasar swalayan di masa pandemi corona. Tingkah laku ini semata-mata sebagai upaya perlindungan diri. Ada kekhawatiran virus itu menempel di pakaian dan akhirnya menginfeksi.
Namun benarkah virus ini bisa menempel di pakaian? Kepala Pusat Penelitian Poltekkes Jakarta I Kemenkes RI Dokter Jusuf Kristianto mengatakan bahwa pakaian yang kita kenakan sebenarnya bukan menjadi sumber atau media penularan virus corona.
Sebab aktivitas kita kebanyakan di ruangan yang ada ventilasi dan sirkulasi udara sehingga meminimalisasi penyebaran virus corona dalam satu ruangan. Berbeda dengan para petugas medis di ruangan unit perawatan intensif atau ICU yang ada AC sentral sehingga virus tidak bisa kemana-mana.
"Perlu diketahui jika droplet jatuh ke bawah bisa nempel di mana saja dan mikro-droplet bisa melayang atau yang biasa disebut dengan aerosol," ucap Jusuf saat dihubungi Tempo.co, Ahad, 26 April 2020.
Kendati demikian, hal yang paling penting ialah kita disarankan untuk tetap mengantisipasi protokol khusus terkait penggunaan pakaian selama pandemi. Misalnya saat usai bepergian dan kembali ke rumah, langsung ganti baju sebelum masuk rumah. Itu sebabnya, disarankan menggunakan pakaian double atau membawa pakaian ganti. 
"Biasanya kan kita ada pakaian ganti atau double yang kita kenakan. Jadi pas kita datang ke rumah sudah harus disterilkan semua termasuk baju yang dipakai sudah diganti, alas sepatu yang kita pakai juga disiram air," ujar Jusuf.
Setelah itu, baju dan masker kain yang dipakai masuk ke dalam plastik besar dan dibawa ke kamar mandi untuk direndam dulu pakai sabun atau deterjen. Sekalian kita mandi bisa setelah itu bisa sambil nyuci baju.
Sementara untuk mensterilkan tas atau barang bawaan dari luar rumah bisa pakai cairan pembersih kaca. "Yang terpenting cairan pembersih yang mengandung etil alkohol," kata  Jusuf.
Jusuf juga mengingatkan kebiasaan cuci tangan dan selalu waspada dengan penularan virus corona. "Anggap kita ini sebagai orang tanpa gejala (OTG) yang bisa menularkan orang lain, pun sebaliknya kita yang bisa tertular," kata dia.
Jangan lupa selalu pakai masker saat ada keperluan keluar dari rumah.

sumber : Tempo.com

link berita : https://cantik.tempo.co/read/1335846/apakah-pakaian-bisa-jadi-media-penularan-corona-cek-kata-dokter/full&view=ok


Image not Found