Publikasi

Posted by Ka Ur Pengelolaan Data & Informasi on 10-05-2019, Author : Khasiah Saadah, Tedi Purnama on 21-12-2018

Penyuluhan  berfungsi  untuk  merubah  prilaku  dan  memberikan motivasi  agar  timbul

kesadaran diri. Prilaku yang didasari dengan pengetahuan akan lebih baik dibanding dengan prilaku yang tidak didasari dengan pengetahuan (Notoamodjo, 2007). Penyakit gigi dan mulut menduduki urutan pertama dengan prevalensi 61% Penduduk. Penyakit yang terbanyak yang diderita masyarakat Indonesia adalah karies gigi dan penyakit periodontal. Usia anak 12 tahun adalah usia penting untuk diperiksa karena  semua gigi permanen diperkirakan sudah erupsi pada kelompok umur ini kecuali gigi molar tiga. Berdasarkan ini, umur 12 tahun ditetapkan sebagai umur pemantauan global untuk karies.  Untuk mengetahui status kebersihan gigi dan mulut seseorang harus dilakukan pengukuran. Mengukur kebersihan gigi dan mulut dengan mempergunakan metode yang seragam digunakan suatu index yang disebut Oral Hygiene Index Simplified dari ahli yang  bernama  Green  dan  Vermilion. Oleh  karena  itu  Peneliti  tertarik  mengetahui pengaruh penyuluhan Oral Hygiene terhadap peningkatan pengetahuan dan status kebersihan gigi dan mulut pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 37. Jenis penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment dengan  mengunakan  pre-post  test  design  without  control  group  design ,  dengan  cara pemeriksaan status kebersihan gigi mulut sebelum dan sesudah penyuluhan dan lembar kuestioner mengenai pengetahuan oral hygiene siswa. Tehnik Pengambilan sampel dengan Random Sample. Analisa data menggunakan analisa Univariat dan analisa Bivariat. Dari hasil penelitian diharapkan akan diperoleh pengaruh penyuluhan terhadap status kebersihan gigi dan mulut.

Kata Kunci : Penyuluhan Oral Hygiene, Pengetahuan dan Status kebersihan gigi dan mulut

 






Image not Found