Jurnal Kesehatan

Posted by Administrator on 13-04-2017, Author : Ani Nuraeni, S.Kp, M.Kes, Emy Rianti, Asmijati

Abstrak

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain cross sectional atau potong lintang yang bersifat deskriptif. Wilayah kecamatan Cilandak terbagi dalam 5 (lima) kelurahan, dari masing masing  kelurahan diambil 20 responden dengan random sampling setiap nomor rumah kelipatan 10  sehingga total sampling berjumlah  100 responden dan waktu penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2008. Pada hasil penelitian bivariat didapatkan  7 (tujuh) variabel tidak ada hubungan dengan demand masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cilandak tahun 2008 yang meliputi: variabel Jenjang pendidikan formal (p value 0,14)  0R = 1.00 95% CI :2.00, Jenis pekerjaan ( p value 0.56  0R = 1.00 95% CI : 2.00,  Jaminan pemeliharaan kesehatan ( pvalue 0.20 ) 0R = 0.39 95% CI : 31.54, Waktu tunggu pelayanan ( pvalue 0.46 ) 0R 0.52 95% CI : 2.60, Ability to pay ( p value 0.43 ) 0R = 0.60  95% CI:3.26, Willingness to pay ( p value 0.23 ) 0R =  0.71  95% CI : 3.89, Kebutuhan akan pelayanan kesehatan ( p value 0.36 ) 0R = 0.20 95% CI : 3.94. Namun didalam uji statistik multivariat  dengan menggunakan metode analisis  Regresi logistik ditemukan  satu variabel independen yang berhubungan dengan demand yaitu variabel Jenjang pendidikan formal dengan nilai ( p value 0.05 ) 0R = 0.63  95%  CI; 0.39 – 1.10  yang artinya responden dengan pendidikan formal tinggi makin rendah dalam pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan yang ada. Sebaliknya responden dengan jenjang pendidikan formal rendah akan 6 kali lebih sering memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan ( > 2 kali setahun ) yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan  Cilandak tahun 2008.